Aufqlarung
Friday, July 12, 2013
Seseorang Yang Ingin Kusinggahi Hatinya
Kalian pernah jatu cinta? Jatuh cinta diam-diam?
Kadang aku lupa kalau dia adalah seseorang yang hanya bisa kujangkau hanya sampai senyumnya. Kadang aku ingin memberitahunya, bahwa aku punya banyak cinta yang bisa kami bagi untuk berdua.
Kami adalah sepasang yang terlanjur bersama dalam diam. Mungkin lebih tepatnya aku, yang bersamanya diam-diam jatuh cinta.
Seperti angin yang datang hanya bisa dirasa, tanpa wujud, begitu rasanya tiba. Bahkan jika aku ingin meminta, harusnya cupid tidak melepas anak panahnya saat aku sudah nyaman bersamanya, tanpa rasa cinta. Tidakkah kalian pernah merasa sama seperti ini? Terjebak dalam suatu rasa yang tidak pernah kau minta, lalu kau bingung akan hadirnya yang (mungkin) sia-sia.
Semua menjadi semakin menyulitkan. Saat kau tanpa kendali masuk dalam lingkaran tanpa wujud, mencari jawaban atas pertanyaan yang sama sekali tidak ada, lalu berdebat dengan pikiran-pikiranmu sendiri yang kau tahu itu tidak akan pernah selesai.
Ini seperti proses terjadinya hujan yang sangat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Rasa ibarat konveksi yang merupakan proses pemindahan panas oleh gerak massa suatu fluida. Lalu hatimu adalah air yang mengalami proses penguapan akitan panas sinar matahari, kemudian melayang ke udara menuju langit, dan akhirnya membentuk es, lalu turun ke bumi. Begitulah proses perasaan terpendam yang berakhir pada bulir airmata tertahan di pelupuk mata, lalu jatuh ke pipi. Tidak ada jawaban 'mengapa'.
Aku seperti air....
Dan dia adalah matahari yang dengan sinarnya membuatku menguap menuju langit. Hatinya.
Aku seperti air...
Dan dia adalah sungai yang terus membawaku sampai pada muaranya. Hatinya.
Aku adalah aku, dan dia adalah seseorang yang ingin kusinggahi hatinya, atas izinnya.
Tidak diam-diam.
Medan, 13 Juli 2013
Picture : Waiting you to be mine, taken from www.google.com
Thursday, May 23, 2013
Persegi
Sepintas harapan itu menerjang
Ada yang memperbudaknya menjadi seorang yang pengecut
Saat Pasukan beban perlahan menyerang, aku hanyalah seorangg yang terluka
Diam-diam...
Udara tak pernah tertukar di sini
Mimpi terkurung dalam genggaman masa depan
Jika hal yang dianggap remeh itu bisa membuat bahagia, untuk apa dikejar tahta sampai ke cakrawala?
Mereka bilang ini imbalan
Mereka bilang ini kebahagiaan
Mereka bilang ini kebaikan
Tapi aku rasa, aku terluka
Pelan-pelan dan dalam...
Friday, February 8, 2013
Ang
Ada banyak percakapan dari dua orang sering tidak dimengerti orang lain
Cinta, kata dua orang
Berlebihan, kata banyak orang
Berbeda itu permasalahannya hanya pandangan
Dilihat baik, akan jadi baik
Dianggap salah, yang baik tetap jadi salah
Tapi perasaan, tidak ada di dalamnya
Saat dua orang menjadi baik dengan berbeda, mereka menyatukan segalanya
Kata mereka, itu sia-sia
Kata dua orang berbeda, mereka bahagia
Apa yang salah?
Dia, Ang...
Yang mampu membuat siapa saja bahagia karenanya, tidak untuk dirinya sendiri
Dia, Ang...
Luruh pada hati yang sebenarnya, yang dianggap salah, atas kepercayaannya
Dia, Ang...
Dengan kepercayaannya, melawan arah
Kalian tidak akan tahu, yang menentukan kebahagiaan itu hanya kebahaggiaan
Bukan aku, bukan dia, bukan kita, bukan hal riskan itu.
Kepercayaan
Saat hati menemukan hati, itu yang harus dimengerti
Bukan keadaan, apalagi kepercayaan...
Subscribe to:
Posts (Atom)


