
Hei...,aku sekarang tersesat.
Dulu ia terkunjungi setiap hari olehku. Masih sepi penghuni, pagi sejuk matahari yang belum muncul dari peristirahatan malam sunyi. Kian keributan pada bertambahnya waktuku berdiam di sana, ku perhatikan pengunjung tetap lewat minggu karena hari milik keluarga. Ini persaudaraan yang terpatri petak bata meski tak lebih luas dari hati suci milik tiap-tiap penghuninya. Ia menjaga kami dari kecilnya ego yang berdampak besar pada pengelompokan orang-orang penguasa kata mereka sendiri.
Sering ia jadi amukan amarah faktor ketidakcerdasan kami yang terucap dari mereka orang paling terhormat akan jasanya.
Rinduku memuncak sekarang. Seragam kebanggaan, simbol nama warna hijau pertanda murid kelas paling tua.
Gemuruh suara kebisingan berontak ingin terbebas. Tuntutan pengembalian demo pada waktu yang tepat. Kepalan tangan geram, marapuh tak bertenaga...
Itu jalanku. tunjukku pada pilihan terbaik kata mereka. Kau tersenyum.. ya, senyumku, dia, dan kami yg alami putaran lalu mengingatkanku.
sampai jumpa lagi, cerita remaja sepolos putih.
sampai terkenang, pemikiran sepintas se-dilema abu-abu...
hei tujuan,
semoga aku memang menujunya. Semoga yang disemogakan akan ada baikknya...
salam,
peluru rindu tertembak padamu...
NB: sekilas info, saya kangen kelas itu. waktu SMA.....
No comments:
Post a Comment