
Warna langit berubah dari cerah menuju gelisah. kelam, redup, gelap...
Berjalan di koridor sepi, melangkah sangat tak pasti ada janji yang teringkar dari sebuah keutuhan percaya.
Apakah masih berpikir berbeda? saat penciptaan jelas tertulis sama? bahkan tidak mirip atau hampir. sama...
Mengapa aku hanya pandai berandai? karena jika aku bersuara, mungkin tak terbebas lagi lontaran kosakata. Terkunci sudah yang namanya hati dan kejujuran berbunyi, di sini.
Kian berlarut ketidakseragaman yang harusnya pusaka satu tujuan.
Lalu terjual, yang katanya ini kebanggaan dari berbeda warna cinta.
Bukannya harus dari segala arah, strategi kemenangan perang doa untuk keinginan berbeda berakhir seragam?
Bukan tentang kita.
Tuhan penentu segala...

