Saturday, December 25, 2010

cinta dua warna



Warna langit berubah dari cerah menuju gelisah. kelam, redup, gelap...
Berjalan di koridor sepi, melangkah sangat tak pasti ada janji yang teringkar dari sebuah keutuhan percaya.
Apakah masih berpikir berbeda? saat penciptaan jelas tertulis sama? bahkan tidak mirip atau hampir. sama...
Mengapa aku hanya pandai berandai? karena jika aku bersuara, mungkin tak terbebas lagi lontaran kosakata. Terkunci sudah yang namanya hati dan kejujuran berbunyi, di sini.

Kian berlarut ketidakseragaman yang harusnya pusaka satu tujuan.
Lalu terjual, yang katanya ini kebanggaan dari berbeda warna cinta.
Bukannya harus dari segala arah, strategi kemenangan perang doa untuk keinginan berbeda berakhir seragam?

Bukan tentang kita.
Tuhan penentu segala...

Friday, December 24, 2010

satu suara




Lepas satu ego, simpan satu kesombongan,
Satu perubahan masa depan akan datang.
Kadaluarsanya rasa hati, kini berganti daya pikir imaji.
semoga kehidupan memberimu makna terima kasih.

Berlari berliku ku kejar kebenaran, terjerat kawat palsu saat polos senyum ku.
Kini belajar, pelajaran ujung bumi ku.
menyeluruh persendian kompak rapuh. alur rindu yang ku karang tak dengan jari-jemari tapi hati, melebur terbawa arus kemenangan tipu daya.

aku bukan pahlawan kesiangan...

Wednesday, December 22, 2010

Peraduanku dulu..!



Hei...,aku sekarang tersesat.
Dulu ia terkunjungi setiap hari olehku. Masih sepi penghuni, pagi sejuk matahari yang belum muncul dari peristirahatan malam sunyi. Kian keributan pada bertambahnya waktuku berdiam di sana, ku perhatikan pengunjung tetap lewat minggu karena hari milik keluarga. Ini persaudaraan yang terpatri petak bata meski tak lebih luas dari hati suci milik tiap-tiap penghuninya. Ia menjaga kami dari kecilnya ego yang berdampak besar pada pengelompokan orang-orang penguasa kata mereka sendiri.
Sering ia jadi amukan amarah faktor ketidakcerdasan kami yang terucap dari mereka orang paling terhormat akan jasanya.
Rinduku memuncak sekarang. Seragam kebanggaan, simbol nama warna hijau pertanda murid kelas paling tua.
Gemuruh suara kebisingan berontak ingin terbebas. Tuntutan pengembalian demo pada waktu yang tepat. Kepalan tangan geram, marapuh tak bertenaga...

Itu jalanku. tunjukku pada pilihan terbaik kata mereka. Kau tersenyum.. ya, senyumku, dia, dan kami yg alami putaran lalu mengingatkanku.

sampai jumpa lagi, cerita remaja sepolos putih.
sampai terkenang, pemikiran sepintas se-dilema abu-abu...
hei tujuan,
semoga aku memang menujunya. Semoga yang disemogakan akan ada baikknya...
salam,
peluru rindu tertembak padamu...

NB: sekilas info, saya kangen kelas itu. waktu SMA.....