Hei, kamu. Adakah cerita ini sebenarnya ingin kau selesaikan, atau lalu kau lempar pada pemeran lain?
Tahukah?,tadi aku baru saja kembali menyusuri jalan masa lalu.
Ada bagian yang masih menyisakan tawa sebenarnya. Terlepas kini hanya ada ombak menggulung, menghajar tepian rasa antara hati yang tak lagi berjabat mesra.
Ini masalah pertanyaan yang lalu yang tak terjawab sempurna. Atau kau merasa aku salah orang untuk menanyakan ini?
Di mana rasa rindu yang bergemuruh memburu itu kini kau tujukan?
Bukan, aku tak meminta kewajibanmu menjawab atas pertanyaan ini. Semua hanya soal kita. Tidak dia, apalagi mereka dan juga semua orang.
Jalanan ini terlalu sepi kukira untuk malam yang masih balita untuk merasa gelap gulita. Apa yang terpandang dari sudut saat bersama, saat semua terbagi apa adanya?
Lihat, racauan makhluk penguasa malam juga sekarang tak lagi kudengar merdu. Aku hanya sedang sibuk dengan semua pertanyaanku, yang terus membisingkan kepala, melajur menggerogoti pikiran yang sedang jalan di tempat.
Apa apa dengan apa? ada hilangnya cerita kita meredup memutus tali yang dulu terpatri.
Kau pasti bingung. Ya, aku sendiri juga sedang tak konsentrasi dengan tulisanku ini.
Jari-jemari ini akan terus mengukir tak pasti seperti yang sekarang kau ajarkan.
Hai, aku dilema. Aku bimbang atas pilihan waras atau setengah gila atas celoteh yang tak lagi terarah.
Satu yang harus & pasti. Suara senandung lucu, itu yang aku rindu.
Imajinasiku...
No comments:
Post a Comment