
Dunia baru saja terbalik saat aku memutuskan untuk melawan apa yang tertulis dalam catatan kekuasaanmu wahai orang-orang terhormat.
Aku berdiri tak kokoh sebagai mestinya yang telah kau ajarkan selama aku masih tertunduk oleh kata-kata bijaksanamu.
Berpulang ke jalan yang telah lama kurindukan untuk menjadi apa yang terkata lewat hati, kini menjadi lebih baik dari biasa aku diteriaki oleh kalimat kemenangan.
Perlukah sejalan untuk membuatmu merasa menang, atas ego yang membawamu pada pilihan menuntunku kembali pada berontak otak.
Kepada YTH,
Terima kasih atas susah payahmu mengubah pendirianku yang tak kuat iman menolak senduhmu.
Terima kasih atas pilihan terbaik yang itu menurutmu buatku.
Terima kasih atas pelajaran menguatkan hati dari sikap egomu terhadapku.
Terima kasih atas nasehat yang terbaik entah untuk siapa kau lempar setiap hari.
Maaf, aku berlalu. Aku berlari...
No comments:
Post a Comment