
Kenapa harus terserah?
Kenapa harus iya?
Kenapa harus mengalah?
Kenapa harus menahan hati?
Kenapa harus aku?
Aku...
Lagi, pembodohan yang tercipta, karena mudah percaya dengan pemalsuan identitas orang yang katanya paling berwibawa.
Aku disuruh berusaha.
Entah apa niat dibalik senyum yang terbentuk tulus itu.
Apa maksud perkataan bijaksana yang berapi-api?
Dan apa keinginan sebenarnya dari semua ini?
Katanya ini akan menjadi yang terbaik dalam hak pilihannya.
Mengubah pola pikir yang tak akan sama dengan orang-orang yang dikhawatirkan mendorong perubahan.
Pernah terpikir sekali saja bertanya apa inginku?
Terlintas sebentar saja apa isi hatiku?
Pahami sedikit saja beban yang kutanggung di kedua pundak ini?
Ah sudahlah, itu kata hati orang yang mengerti.
Terima kasih, perampok hak bercita-citaku. Aku bisa menuntut apa?
Beban pertama adalah keinginan
Beban kedua adalah harapan
Beban ketiga adalah lingkungan
(Kesederhanaan)
No comments:
Post a Comment