Semuanya harus pake awalnya biar kerenan dikit. Seperti pada suatu hari, aku.... dan seterusnya dan selanjutnya serta kemudian. Oke, cukup.
Awalnya aku berniat membuat blog ini sabagai wadah penipuan publik. Iya, dengan segala isinya yang (sok) puitis mampus kecampur pengetahuan yang sok banget soal merangkai kata dan menjahit huruf-huruf #hallah. Intinya cuma satu, aku cuma ingin didengar waktu aku ngomomg, cuma mau dibaca kalo lagi nulis. Nggak butuh dimengerti dan memang nggak ingin dipahami. Semuanya ya.. ya itu, apa yang aku tulis, aku selalu berharap apa yang mereka pikirkan berbeda dengan apa apa yang aku ceritakan. Kalian paham? Aku harap begitu. Soalnya menyusun kalimat ini saja aku sendiri kesulitan apa maksud dan tujuanya.
Cukup perdebatan soal ini. Jangan mengharapkan penjelasan lebih soal berubahnya alur blog ini. Semuanya butuh perubahan, seluruhnya harus merdeka. Iya merdeka=bebas=suka-suka hati. Sudah sampai di situ saja.
Aku selalu berpikir, saat kita mau berubah ( ke arah yang lebih baik) kenapa banyak yang mempertanyakan? Kaidahnya gini, setiap orang tahu apa yang yang terbaikk untuk dirinya sendiri. Contohnya ada orang yang mau diri, waktu kita bilang itu pilihan yang salah, lalu yang benarnya juga kita nggak pernah bisa bantu dia kan? Kita cuma bisa bilang 'jangan', sudah gitu aja. Lalu salahnya di mana? Nggak ada. Semua cuma butuh pemikiran yang positif dan nggak perlu ngurusin urusan orang lain.
Ini memang makin ngawur. Tapi aku cuma mau ngajak mikir aja kok. Mikir...mikir..mikir..tidur (?)
Cuma ada pesan dan kesan yang mau aku bilang, jangan ngerasa (sok) berhak atas jalan hidup orang lain. Kamu baik karena yang kamu ingat dari dirimu sendiri itu ya cuma kebaikanmu aja. Jadi lupakan soal menghakimi karakter orang lain dan belajarnya menerima kodratmu sebaik mungkin. Kita semua sama-sama paham, bahwa kita sama-sama tidak mau diganggu jadi tutuplah mulutmu itu.
Boss...
No comments:
Post a Comment