
Akhirnya senyum itu kembali merekah
Pada Pertama kalian menepuk pundakku tanda keakraban
Akhirnya aku kembali terbuka
Atas ucapan kepercayaan tanda saudara
Selamanya tiada kesempatan kedua
Pada maafku atas khilaf kesengajaan daripadamu muka dua
Pergi, datang tanpa permisi
Aku bagian paling tak tersentuh hati
Tinggal kalian bersihkan yang hitam
Lalu berikan yang putih pada yang belum tersakiti
Cukup mengenyam sekali
Arti tulus sementara yang kalian beri
Lalu aku mati lagi
