
Saat sabar kupilih atas rasa yg tidak pernah kuminta,
kalimat kasar dari suara yg sangat tidak diharapkan terdengar lantang,
Memporak-porandakan ketenangan yg ada.
Sakit hati...
Pergilah langkah-langkah cahaya yang tidak menerangkan
Menjauhlah siluet senyuman yang mematikan
Ada yang lebih baik dari hal yang tidak pernah kuminta,
Nurani ada dari lahirku ke dunia
Fantasi semata
Diam angkat bicara
Dia menjawab semua pertanyaan-pertanyaan bodoh yang menyerang tanpa aba-aba
Dia pikir aku telah mati rasa
Aku sedang memilah
Tentang garis masa depan yang tergambar samar-samar
Tentang cinta yang berlalu sendirian
Semua hanya akan terjadi kebahagiaan
Itu pilihan
Yang menentukan gerakan-gerakan kuas pada kanvas putih beraturan
Berpola menarik dari tarikan tangan-tangan berkemampuan nilai seni tingkat tinggi
Aku hanya sedang menceritakan,
Segala perumpamaan yang menjadi pilihan
Aku pilih ketenangan pada otak...
