Untukmu,
Yang terlalu takut kujemput cintanya.
Apa kabar, kamu?
Semoga selalu baik seperti aku yang selalu mendoakanmu baik.
Pertemuan kita yang selalu gelisah, membuat beberapa niatku jadi tertunda. Apa kamu tau soal yang terasa dan berat untuk dilepas? Kamu pasti paham. :)
Aku mengenalmu sudah terlalu lama dan mengenal harapku yang terlalu cepat. Kita baik dalam bersama, belum tentu baik dalam ikatan.
Itu percakapan terakhir kita.
Sekarang setelah kamu berjalan, kenapa seperti ada yang tersesal? Maaf, aku hanya sedang gelisah soal kasih sayang. Aku tahu kamu tidak memaksa, jelas memang aku yang tak pandai bicara di depan mata. Mata yang selalu kulihat penuh dengan ketulusan.
Maaf, untuk semua cinta yang harus tetap terpendam.
Maaf, untuk langkah yang harus tetap tertahan.
Maaf, untuk cintamu yang memang belum waktunya kubalas.
Di seberang sana, ada penantian yang harus tetap kujaga
Dan di sebelah sini, ada genggaman yang akan tetap kuusahakan.
Semoga kamu mengerti surat ini
Salam,
Orang yang (mungkin) menunggu ketepatan waktu
Nice letter ;)
ReplyDelete